SEJARAH APEI


RIWAYAT SINGKAT PENDIRIAN

 ASOSIASI PROFESIONALIS ELEKTRIKAL INDONESIA (APEI)

 

LATAR BELAKANG

Dengan terbit dan diberlakukannya undang-undang Nomor 18 tahun 1999 tentang jasa Konstruksi dan peraturan Pemerintah Nomor 28 tahn 2000 tentang usaha dan peran masyarakat Jasa Konstruksi dengan tujuan :

♦  Meningkatkan Kwalitas dan daya saing Pengusaha Jasa Konstruksi

♦  Tertib penyelenggaraan pekerjaan Jasa Konstruksi♦

♦  Peningkatan peran masyarakat

Adanya tuntutan regulasi dan menyadari pentingnya tanggung jawab profesi, para praktisi di bidang konstruksi ketenagalistrikan yang tergabung pada Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) merasa terpanggil untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Dari ketentuan yang ada diperkirakan proses atau mekanisme yang akan terjadi sbb :

♦  Perusahaan akan mendapat izin dari Pemerintah bila memiliki Sertifikat dari Asosiasi Perusahaan.

♦  AKLI sebagai Asosiasi Perusahaan Konstruksi Listrik dapat mensertifikasi Perusahaan, bila     perusahaan   yang memiliki tenaga personil yanag bersertifikat.

Sertifikasi personil harus di keluarkan oleh Asosiasi Profesi bidang Kelistrikan yang pada waktu itu (  pertengahan tahun 2000) belum ada.

Jadi Asosiasi Profesi bidang Kelistrikan merupakan kebutuhan yang mendesak, yang harus segera didirikan agar secepatnya dapat di akreditasikan oleh LPJK. Walaupun demikian perlu disadari bahwa sertifikasi ini bukan satu-satunya tujuan berdirinya Asosiasi Profesi, tapi merupakan satu proses yang harus dijalani.

Antisipasi Masyarakat.

Walaupun tidak didesak oleh kebutuhan formal berupa Sertifikasi, keinginan untuk mendirikan Asosiasi Profesi di Indonesia sudah lama ada dengan tujuannya yang jelas untuk meningkatkan Profesionalisme anggotanya.

Diperlukan Asosiasi Profesi Kelistrikan yang mencakup tenaga kerja kelistrikan dari seluruh strata, yang diharapkan dapat mencakup semua sub bidang kelistrikan (elektrikal), sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Prakarsa AKLI Jawa Barat.

Dengan keyakinan bahwa anggota AKLI seluruh Indonesia juga merasakan kebutuhan  segera adanya Asosiasi bidang Profesi Kelistrikan, DPD AKLI Jawa Barat merintis  langkah awal ke arah tsb.

Gagasan ini diajukan dalam Rakorda AKLI Jawa Barat di Lembang tanggal 1 Juli 2000 dan mendapat dukungan penuh peserta Rakorda dan kemudian  disampaikan dalam Rakornas AKLI di Solo tanggal 11 juli 2000.

Kronologi Kegiatan.

Sejak tanggal 1 Juli 2000 dilakukan serangkaian kegiatan menuju Konvensi Nasional Pendirian Asosiasi Profesi Bidang Kelistrikan, dengan urut-urutan sbb :

a.) 01 JULI 2000, RAKORDA AKLI JAWA BARAT di LEMBANG.

Salah satu keputusannya adalah DPD AKLI Jawa Barat memfasilitasi pertemuan urun rembug  untuk           membicarakan masalah asosiasi profesi.

b.) 07 JULI 2000, FORUM URUN REMBUG AHLI KELISTRIKAN DAERAH JAWA BARAT, yang dihadiri         oleh :

♦ Unsur AKLI

♦ Unsur Perguruan Tinggi

♦ Para mantan pejabat PLN

♦ Pengurus HAEI

♦ Dan lain lain.

Urung Rembug ini menghasilkan :

Deklarasi : “PEMBENTUKAN  ASOSIASI PROFESI  BIDANG  KELISTRIKAN  INDONESIA”.

c.) 11 Juli 2000, PENYAMPAIAN DEKLARASI DI RAKORNAS AKLI.

Gagasan  pendirian Asosiasi Profesi Bidang Kelistrikan berikut deklarasinya mendapat dukungan penuh.

d.) KEGIATAN PANITIA :

1.)  Menyiapkan konsep AD – ART

2.)  Menghadiri Rapat Panitia Pembentukan di IATKI 28 Juli 2000

3.)  Melakukan pertemuan dengan DPP AKLI 8 Agustus 20003

4.)  Mengadakan urun rembug nasional pada tanggla 12 Agustus 2000, membahas persiapan pembentukan         asosiasi profesi, yang dihadiri oleh para profesional kelistrikan dari Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat,           Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

5.)  Melakukan persiapan untuk menyelenggarakan Konvensi Nasional tanggal 24 September 2000.

Konvensi Nasional

Dengan berintikan Panitia Pendiri dan Perwakilan para Profesional Kelistrikan dari DKI Jakarta, Jawa             Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Lampung, dapat dilaksanakan :

KONVENSI NASIONAL PENDIRIAN ASOSIASI PROFESI BIDANG KELISTRIKAN

♦ Pada tanggal : 24 September 2000

♦ Bertempat di : Hotel Panghegar Bandung

yang difasilitasi oleh ASOSIASI KONTRAKTOR LISTRIK INDONESIA.

Konvensi yang dihadiri oleh wakil wakil Profesionalis dari 18 Propinsi di Indonesia menyetujui Pendirian      Asosiasi Profesi Bidang Kelistrikan dengan nama :

ASOSIASI PROFESIONALIS ELEKTRIKAL INDONESIA ( APEI )

Selanjutnya diputuskan juga mengenai :

Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Organisasi dan Susunan Pengurus Pusat Pertama,   dengan susunan Pengurus Pusat Pertama sbb :

♦ Ketua Umum : Ir. Mangambari Tompo MBA

♦ Wakil Ketua Umum : Ir. Nugraha Sjahir

♦ Sekretaris Jendral : Isnoe Poernomo

♦ Wakil Sekretaris Jendral : Ir. Rudy Soekarno Sutedja

♦ Bendahara Umum : Soewarto, BE

♦ Wakil Bendahara Umum : Ayi Sumardi, BE

Dengan catatan ketua ketua bidang dan / atau jabatan lain yang masih kosong harus segera dilengkapi.

Dengan demikian APEI sudah siap melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanatkan oleh para peserta Konvensi Nasional.

Demikian yang bisa dicatat sekedar kilas balik proses berdirinya APEI.

Semoga bermanfaat.

Jakarta,    Oktober 2003

Penyusun

Nugraha Sjahir

 



DEKLARASI

Pembentukan

Asosiasi Profesi Bidang Kelistrikan Indonesia

 

Pada hari ini, Jumat tanggal tujuh bulan Juli tahun duaribu, bertempat di Jalan Mekarwangi No 14 Bandung, kami ynag bertanda tangan di bawah ini, untuk dan atas nama para insiator yang hadir dalam forum urun rembug para ahli dibidang kelistrikan bersepakat mendeklarasikan berdirinya :

Asosiasi Profesi Bidang Kelistrikan Indonesia

Sebagai wadah berhimpunnya para ahli dibidang kelistrikan dengan tujuan dapat membaktikan keahlian dalam bidangnya demi kemajuan Indonesia pada umumnya, dibidang kelistrikan pada khususnya, Hal- hal lain yang berhubungan dengan dideklarasikan berdirinya asosiasi ini akan diselesaikan dalam waktu sesingkat – singkatnya oleh panitia pendiri dengan personalia :

  1. Ketua            :    Nugraha Sjahrir
  2. Sekretaris 1 :    Tonny Sundjoto
  3. Sekretaris 2 :    Ayi Sumardi, BE
  4. Bendahara    :   Suharlin Sudarmadji
  5. Anggota         :  1. Ir. Rudy Sukarno Sutedja

       2. Ir. H Ferry Carli

  1. Ir. A.Ramelan Wirasudarma
  2. Ir. Sunjoto
  3. Dr. Ir. Harry Sosrohadisewoyo
  4. Ir. Sjafri Martinus
  5. Ir. Rianto Mucharam
  6. Ir. Djuansah

Demikian deklarasi ini diumumkan, untuk ditindaklanjuti dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 7 Juli 2000

Atas nama para inisiator,

Pimpinan Sidang Forum

Ir. Sjafri Martinus                   Ir. Tonny Sundjoto                  Ir. Nugraha Sjahrir

Anggota                                         Sekretaris                                       Ketua